Mengenal Penyakit Kambing (bagian 1)
Pada usaha peternakan kambing muncul berbagai penyakit secara umum penyakit kambing dibagi ke dalam 4 kelompok besar berdasarkan penyebabnya, yaitu
1. penyakit bakterial (disebabkan oleh bakteri)
2. penyakit viral (disebabkan oleh virus),
3. penyakit parasitik (disebabkan oleh parasit)
4. penyakit metabolisme (disebabkan oleh gangguan metabolisme).
1. PENYAKIT BAKTERIAL
a. ANTHRAX ( Radang limpa/ splenic fever/charbon/milzbrand)
Gejala Klinis
- demam tinggi ( >41,5oC), anoreksia (tidak nafsu makan)
- permukaan mulut dan mata merah tua sampai ungu
- kadang-kadang diare berdarah, air kencing merah sampai berdarah
- nafas cepat dan dangkal, denyut nadi cepat dan lemah
- lidah, kerongkongan, daerah anus dan vulva bengkak
- Mati : keluar darah dari lubang kumlah

bacillus anthracis
PA: darah cair dan tidak beku, limpa bengkak
Penyebab dan Penyebaran
- Bacillus anthracis, preparat ulas darah telinga, pemeriksaan laboratorium
+ vegetatif : ada di dalam tubuh hewan, berasal dari spora/kuman yang tertelan
+ spora/inaktif : jika berhubungan dengan udara (O2)
disebarkan jika memakan makanan tercemar spora (termasuk produk bahan makanan asal hewan seperti tepung tulang, daging yang tidak dimasak sampai matang)
- Ada 3 tipe yang terkenal :
+ kulit : cenang hideung, malignant pustule, malignant carbuncle (dari cairan, darah, spora yang mengenai luka)
+ intestinal : sakit perut, muntah (memakan daging tercemar), mematikan manusia
+ pernafasan/pneumonia : sesak nafas (menghirup udara yang mengandung spora ketika menangani bulu atau kulit hewan terinfeksi)
- Akut : 48 jam menyebabkan kematian
- Per akut : 2-6 jam menyebakan kematian (kambing)
Pengobatan dan Pencegahan
- Antibiotika : Tetracicline, Penicillin dosis tinggi (lima hari berturut-turut)
- Hewan yang ada di wilayah tertular : Vaksinasi
- Mati jangan dibuka : spora (tidak mati dengan pemanasan dan pendinginan, bisa tahan hidup bertahun-tahun di dalam tanah
- Bangkai dikubur : pembusukan dan kekurangan O2 akan menghalangi pembentukan spora dan bisa membunuh bakteri
b. BRUCELLOSIS (Bang, Demam Malta, Keluron Menular/Contagious Abortion)
Gejala Klinis
- keguguran pada minggu terakhir kebuntingan (4-5 bulan)
- pincang (arthritis), kadang-kadang mastitis
- jantan : bengkak persendian dan testes (arthritis dan epididimitis)
Penyebab dan Penyebaran
- Brucella abortus (sapi), B. melitensis (kambing), B. ovis (domba), B. suis (babi)
- Menular jika memakan pakan tercemar atau material terinfeksi (sal. reproduksi, anak baru lahir, organ reproduksi tertular), susu mentah dan menolong kelahiran dari induk yang tertular
Pengobatan dan Pencegahan
- Tidak ada pengobatan yang efektif : antibiotika
- Vaksinasi daerah tertular
- Tidak memotong dan membeli hewan dari daerah tertular
c. FOOT ROT (Busuk Kuku)
Gejala Klinis
- pincang, telapak dan samping kuku terkoyak dan membusuk, bau

Penyebab dan Penyebaran
- Bakteri Fusobacterium necrophorus dan Fusiformis nodosus
- Meluas dari hewan karier ke tanah, ke kaki yang sehat sehingga tertular
- Penyebaran lebih cepat pada domba
- Tanah becek dan kotor adalah faktor predisposisi (pendukung kejadian)
Pengobatan dan Pencegahan
- Hilangkan (potong) jaringan yang busuk sampai terlihat jaringan yang sehat
- Semprot/jalankan pada larutan chloramphenicol/formalin 10%, Zn(SO4), Pb(SO4)
- Pindahkan dari tempat kotor dan becek
- Pemotongan kuku secara teratur
d. PINK EYE (Radang selaput mata, keratoconjunctivitis menular)
Gejala Klinis
- mata berair, kemerahan, bengkak pada kelopak mata, menghindari sinar matahari dan sinar lainnya
- selaput bening mata menjadi keruh dan pembuluh darah nampak jelas
- selanjutnya selaput bening mata menonjol dan borok
- jika borok pecah akan menyebabkan kebutaan

(pink eye)
Penyebab dan Penyebaran
- bakteri, virus, ricketsia dan chlamydia
- ditularkan melalui kontak langsung, dibawa serangga, iritasi debu dan goresan atau luka pada mata
Pengobatan dan Pencegahan
- Antibiotika : Tetracicline, tylosin (salep atau tetes mata)
- Penyembuhan : 1-4 minggu
- Dikandangkan di tempat yang teduh dan isolasi
e. PNEUMONIA (Radang paru-paru, Lung sickness)
Gejala Klinis
- demam, hidung berair (ingus), batuk kering/basah
- pernafasan dangkal dan berat
- kasus berat: bernafas dengan mulut
- karena paru-paru sakit : tidak mau bergerak
Penyebab dan Penyebaran
- bakteri, virus, parasit (cacing paru-paru) dan reaksi alergi
- dimulai dengan stress, perubahan cuaca : m.o. datang atau muncul
- ventilasi (menjaga kelembaban tetap rendah)
- amoniak dari feses : kebersihan kandang
- bisa bersifat akut dan kronis
Pengobatan dan Pencegahan
- Sanitasi kandang : pemeliharaan, kandang hangat, ventilasi baik
- Antibiotika atau obat-obat sulfa
Sumber materi pelatihan kampoeng ternak
Ronohardjo, P dkk. 1984. Penuntun Kesehatan Ternak Kambing. Balitbangnak Deptan. Bogor
Update Terakhir (Rabu, 23 Maret 2011 05:23)


























