POTENSI DAN KUALITAS HIJAUAN LAMTORO
Pakan menjadi salah satu penyebab rendahnya tingkat produksi dan reproduksi ternak. Sekitar 60-80 % biaya produksi dari ternak adalah pada pakan. Di sisi lain penambahan makanan tambahan berupa konsentrat akan meningkatkan biaya produksi, tetapi dalam beberapa hal kurang ekonomis. Oleh karena itu penekanan biaya produksi melalui peningkatan efisiensi penggunaan bahan pakan yang murah, mudah didapat, berkualitas dan tersedia secara berkelanjutan sangat membantu meningkatkan keuntungan dari beternak.
Kandungan nutrisi bahan pakan di Indonesia sebagai negara tropis umumnya berkualitas rendah, baik nilai protein kasar dan tingginya kandungan serat kasar. Oleh karena itu tidak heran apabila tingkat produksi yang dicapai tidak sesuai dengan potensi genetik yang dimiliki ternak yang mengkonsumsinya . Sebagai solusi dari permasalahan diatas dengan pemberian pakan yang mempunyai kualitas tinggi yang umumnya dari Legum (kacang-kacangan) dikombinasikan dengan rumput unggul yang mempunyai produksi tinggi dan disukai ternak.

gambar hijauan lamtoro
Update Terakhir (Minggu, 22 April 2012 17:23)
Indigofera Sp Sumber protein murah bagi peternak
Semakin tingginya harga pakan tambahan seperti (polard, ampas, bekatul, jagung, dll) membuat biaya produksi dalam usaha peternakan ruminansia semakin membengkak. Untuk Itu para peternak mulai mencari alternatif hijauan yang mempunyai kandungan sumber protein tinggi sehingga dapat menekan biaya pakan. Salah satu hijauan yang memiliki protein dengan sumber protein tinggi yaitu Indigofera Sp.

indigofera Sp
Update Terakhir (Jumat, 10 Pebruari 2012 07:00)
Menghitung Berat Badan Ternak Dengan Mudah
Berat badan atau juga sering disebut Bobot badan menjadi salah satu faktor yang dapat dilihat secara kuantitatif dalam menentukan keberhasilan beternak. Rataan bobot badan harian (Average Daily Gain) faktor nyata dalam menetukan pertumbuhan dari ternak. Mengapa pertambahan bobot badan menjadi penting dalam usaha ternak? Peternak khususnya yang bergerak dalam penggemukan tentu menginginkan pertumbuhan yang cepat sesuai dengan bobot badan yang sesuai dengan permintaan pasar dalam waktu singkat sehingga terjadi efisiensi produksi dan biaya. Dengan dapat mengetahui bobot badan tentunya akan sangat bermanfaat ketika kita akan membeli kambing pedaging yang ada di pasar karena biasanya pembelian tidak menggunakan timbangan. Dengan metode kita dapat menentukan apakah harga kambing yang dijual dipasaran tersebut sesuai dengan bobotnya.
Update Terakhir (Minggu, 25 Desember 2011 16:03) Pengaruh Jarak Tanam terhadap Hasil, Komponen dan Kualitas Rumput Gajah Mott ( Pennisetum purpureum cv. Mott)
rumput gajah mott (Pennisetum purpureum cv. Mott) Rumput Gajah mott merupakan rumput yang mempunyai tekstur daun yang halus dan batang yang lunak. Setelah kami mencari referensi dari berbagai literatur dan internet, berdiskusi dan sharing dengan rekan ternyata peternaka rumput ini mempunyai banyak kesamaan dengan rumput gajah odot. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh jarak penanaman , Muhammad Yassin, M. Asghar Malik dan M. Shafi Nazir Jurusan Agronomi Universitas Agriculture Pakistan melakukan penelitian tentang pengaruh jarak tanam terhadap hasil, komponen dan kualitas rumput gajah mott. Penelitian ini dilakukan dengan cara menanam rumput gajah mott dengan jarak penanaman 45cm x 45cm, 60cm x 60cm, 75cm x 75cm, 90cm x 90cm, 105cm x 105 cm, 120cm x 120cm. Dengan perlakuan yang sama seperti pemupukan, pengairan, pemanenan dan pengujian lab kandungan rumput gajah mott, ternyata terdapat perbedaan hasil, komponen dan kualitas rumput tersebut. Untuk keakurasian data, pengukuran dilakukan berulang sebanyak 4 kali dan hasilnya di rata-rata. Hasil maksimal panen rumput gajah mott setelah 3 kali pemanenan. Update Terakhir (Senin, 26 Desember 2011 12:06) |


























